Home » » Gejala dan Pengobatan Serangga Tomcat

Gejala dan Pengobatan Serangga Tomcat

Baca Juga

MESKI memiliki racun, gejala serangan kumbang Paederus atau yang biasa dikenal dengan Tomcat tidaklah berbahaya, apalagi hingga menimbulkan kematian. Namun, kita perlu mengetahui bagaimana cara pengobatannya.

Dalam situs health.nsw.gov.au, disebutkan bahwa dermatitis atau peradangan pada lapisan kulit bagian atas sebenarnya merupakan dampak yang paling umum.

Disebutkan bahwa toksin pada serangga memang akan menimbulkan reaksi alergi pada manusia, namun efeknya berbeda-beda seperti hanya akan menimbulkan ruam pada kulit, kulit gatal, rasa panas seperti melepuh atau layaknya terkena luka bakar, keluarnya cairan atau juga efek yang lebih fatal, karena bergantung pada kondisi setiap orang.

Jika Anda terserang serangga yang satu ini, Anda tidak perlu khawatir yang berlebihan. Langkah-langakah berikut bisa manjadi panduan, berikut di antaranya:

1. Anda cukup untuk membersihkan bagian tubuh yang tersengat dengan air dan sabun. Hal ini dilakukan untuk menetralisir racun.

2. Setelahnya kompres dengan menggunakan air dingin.

3. Jika ruam pada kulit mulai terlihat, Anda dapat menggunakan bagian dalam dari lidah buaya. Hal ini dimaksudkan untuk meringankan gejala di daerah yang tersengat.

4. Apabila tidak kunjung berkurang, segera ke dokter untuk pengobatan lebih lanjut.


Tips aman: Hindari pepohonan, tutup jendela ketika malam hari, dan menutup ventilasi dengan kawat / kain berlubang tipis.


Gejala apabila terkena toksin kumbang Tomcat, kulit akan menjadi merah maupun bisa menimbulkan gelembung di kulit yang terkena. Penanganan awal adalah jangan menggaruk luka di kulit tersebut karena dapat menyebabkan infeksi bakteri pada luka. Hal tersebut dapat mempersulit penyembuhan.

Pada umumnya, luka di kulit akan mengalami penyembuhan pada beberapa hari hingga beberapa minggu, tergantung penanganannya.

12 komentar:

  1. harus di basmi nih penyakit tomcat

    ReplyDelete
  2. pake aja obat herbal xamthone plus untuk membasmi penyakit ini

    ReplyDelete
  3. Dulu wabah ulat yang menyerang warga sekarang tomcat, mungkin karena ketidak seimbangan ekosistem kali, karena banyak hutan-hutan yang dirusak tempat habitat mereka akhirnya mendekati pemukiman penduduk.

    ReplyDelete
  4. ngeri juga gan kalau gitu dengernya tu tomcat, apalagi sampe meniggal
    mudah-mudahan cepet di basmi aja tu tmcat.
    info yang menarik terima kasih gan.

    ReplyDelete
  5. thank'z infonya ,, tapi kalo sarangnya tomcat dimna .?

    ReplyDelete
  6. ohh jadi begitu yh gann,,, oke deh gannn,, thanks untuk infonya :D salam sukses !

    ReplyDelete